Cho
Kyuhyun
Karya : Jelita Permatasari
Gelap…
begitu gelap. Hal itulah yang pertama kali muncul dibenak Bae Suzy saat ia membuka
matanya. Menghirup oksigen pun rasanya begitu sulit. Suzy mencoba untuk keluar dari
tempat menyesakkan itu, namun baru saja Suzy mencoba bangkit…..bruuuuk tubuhnya terhuyung kebelakang karena
kaki dan tangannya diikat.
“Tolooooooong”
teriaknya lirih, rasanya tak ada sedikit pun tenaga yang tersisa sejak Suzy
membuka matanya. Suzy menggigit bibirnya resah, ia menatap sekeliling ruangan
dengan nanar.
“Apa yang
sebenarnya sudah terjadi?” bulir-bulir air mata pun mulai berjatuhan di sudut
matanya. Perasaan kalut dan pasrah mulai menguasai otaknya.
Suzy
memejamkan matanya, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Bugh. Matanya terbuka saat mendengar suara hentakan yang sangat
keras, pria dengan sosok tegap berdiri diambang pintu. “Tenanglah, aku akan
menyelamatkanmu” ucapnya. Suzy tidak dapat melihat wajah pria tersebut, karena
di tempat ini semuanya begitu gelap, hanya mata cokelatnya yang dapat Suzy
lihat. Malaikat. Hal itulah yang pertama kali muncul dipikiran Suzy.
“Siapa kau?”
Tanya Suzy setelah pria itu selesai melepaskan ikatannya. “Tidak ada banyak
waktu untuk menjelaskan semua itu, ikutilah aku sekarang” ucap pria tersebut
dan meraih tangan Suzy. Suzy menahan genggamannya dan bergumam “Terimakasih”
ucapnya lirih. “Ya, ayo cepat kita tak punya banyak waktu lagi”.
Dengan
gesit pria tersebut membawa Suzy menghindari satu demi satu ruangan yang berada
di gedung berlantai 13 itu, hingga akhirnya mereka dapat keluar dengan selamat.
Sedari tadi Suzy tak sempat berbicara dengan pria yang menyelamatkan dirinya. Jangankan
berbicara, untuk menatap wajahnya pun Suzy tak sempat, sedari tadi Suzy hanya
mentap punggung pria tersebut yang bergerak dengan lincahnya.
“Aku lelah!”
ujar Suzy menghentikan langkahnya. Pria tersebut pun menoleh kearah Suzy. Suzy mendongak
terkejut dengan apa yang dilihatnya. Tampan. Begitu tampan. Tidak, dia
benar-benar tampan untuk Suzy, sepasang alis cokelat pekat yang tidak terlalu
tebal menaungi mata almond dengan iris berwarna cokelat, lalu bentuk hidungnya,
lekuk di antara hidung dan bibir merahnya yang penuh, kemudian pipinya,
dagunya, lalu warna kulit yang sedikit pucat, dan kemeja hitam yang membaluti
tubuh tegapnya. Oemma! Dia benar-benar tampan! Suzy mengerjapkan matanya,
menghentikan aksi konyolnya. Ia baru tersadar saat melihat pria tersebut tengah
menatapnya dengan tajam, dan tanpa babibu pria tersebut langsung menggendong
tubuh Suzy di punggungnya. “Aaaaaaaaaaaa…bisakah kau meminta persetujuanku terlebih
dahulu, sebelum kau mengendongku?” rutuk Suzy.
“Kau
bilang kau lelah” ujar pria itu ketus. Suzy dengan pasrah membiarkan pria yang
tak dikenal ini menggendong tubuhnya, ia sudah tak kuasa memopong tubuhnya
untuk berjalan lebih jauh lagi. Suzy menempelkan kepalanya pada punggung pria
tersebut, ia bisa merasakan segarnya aroma parfume Acqua di Gioia keluaran
rumah mode Giorgio Armani yang menempel pada lapisan kain.
“Jadi, apa
aku sudah boleh bertanya sekarang?” ujar Suzy.
“Apa yang
ingin kau tanyakan?”
“Sejak
tadi kita belum berkenalan. Namaku Suzy, Bae Suzy”. Pria tersebut menghentikan
langkahnya, dan menoleh kearah Suzy. “Namaku Kyuhyun, Cho Kyuhyun” pria itu pun
tersenyum, senyum miring yang membuat Suzy tersentak. Tiba-tiba saja jantungnya
berdegup dengan sangat cepat, Suzy mengerjapkan matanya mencoba mengembalikan
detak jantungnya .“Jadi Cho Kyuhyun, sebenarnya apa yang sudah terjadi? Mengapa
aku bisa diikat di ruangan gelap seperti itu?” tanya Suzy mencoba menghilangkan
rasa canggung antara dirinya dan Kyuhyun.
“Dokter Smith.
Dia adalah dalang dari semua ini. Dia berencana membuat alat untuk membuat
manusia kembali menjadi manusia purba, dengan mengambil darah wanita yang masih
berumur 18 tahun”
“Untuk apa
dia melakukan semua itu?”
“SOS masih
belum tahu pasti apa sebenarnya motif dari rencana yang dilancarkan oleh Dr. Smith.
Yang jelas SOS tidak akan membiarkan Dr. Smith melancarkan misinya. Dan bisakah
kau turun dari pundakku? Kita sudah sampai Bae Suzy” ujarnya menurunkan Suzy
dari punggungnya. “Untuk apa kita berhenti di depan mobil sport Audi R8 ini?”
tanya Suzy. “Masuklah, akan ku antarkan kau menuju markas SOS”. Suzy menatap mobil
sport dua pintu di depannya tak percaya. Ingin rasanya ia berteriak
sekencang-kencangnya, namun ia harus menyembunyikan rasa bahagianya itu di
depan Cho Kyuhyun.
Sampailah
Suzy di tempat yang kyuhyun sebut sebagai markas SOS. Gedung dengan interior kaca
yang mendominasi, merupakan gedung termegah yang pernah Suzy kunjungi. Ia
menatap sekelilingnya dengan tidak percaya, banyak orang mengenakan jas lab
dengan kacamata tebal hilir mudik dengan berkas penting di tangannya, ada juga
orang mengenakan tuxedo dengan kaca mata oxford hitam berjalan dengan
tampannya. “Sepertinya ini merupakan
markas mata-mata” pikir Suzy.
Tanpa
sadar Cho Kyuhyun melenggang jauh di depannya, “Ya! Cho Kyuhyun! Tunggu aku”
koar Suzy lalu berlari kecil menghampiri Kyuhyun. “Lamban!” ujarnya tanpa
sedikit pun memperlambat langkah kakinya. Tch, jika saja bukan Kyuhyun yang
menyelamatkannya tadi mungkin pria di depannya ini sudah mendapatkan tendangan
maut dari Bae Suzy.
Kyuhyun
mengeluarkan kartu dari sakunya, dan seketika pintu pun terbuka. Terlihat
beberapa orang dengan jas labnya tengah sibuk memandang komputer. “Nuna, aku
sudah berhasil menyelamatkannya. Bisakah kau mengganti baju wanita ini? Rasanya
ia sudah tidak mandi selama 3 hari” ujar Kyuhyun kepada wanita di depannya.
“Agen
kyuhyun! Bisakah kau sedikit sopan pada korban kita kali ini?”
“Terserah
Nuna”. Kyuhyun pun melenggang keluar dari ruangan. Suzy hanya bisa mengulum
bibirnya dan menatapnya dengan sebal. “Kenalkan namaku Hei Ra, tapi kau bisa
memanggilku Nuna” ucap wanita itu mengulurkan tangannya. “Namaku Suzy, Bae
Suzy”
“Bae Suzy,
kau bisa membersihkan badanmu terlebih dahulu, dan ini pakaianmu. Maaf bila tak
sesuai selera dan ukuranmu” ujar Nuna memberikan kaus berwarna putih dengan
celana denim selutut. Suzy menatap tubuhnya yang hanya dibalut kemeja putih
kebesaran, dan hotpants jeans bladus yang sudah kumal karena terjebak di ruangan
mengerikan seperti tadi. Kyuhyun benar, dia benar-benar bau. Suzy mengambil
baju itu dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Setelah
membersihkan badanya Suzy menatap Kyuhyun dan Nuna yang sedang berbicara
serius. “Darah Suzy merupakan pelengkap untuk formula yang diciptakan Dr. Smith,
untuk itu kita harus menjaganya dengan ketat” ujar Nuna kepada Kyuhyun. Suzy
masih tidak mengerti dengan rencana yang ingin dilancarkan Dr. Smith, mengapa
ia ingin membuat manusia berubah kembali menjadi manusia purba?
“Kau sudah
selesai? Kemarilah, kau harus melihatnya” Nuna menunjukkan foto Dr. Smith. Pria
paruh baya dengan rambut cepaknya itu tidak menampakkan bahwa dia merupakan
dalang dari semua ini.
“Kau harus
menuruti apa yang ku perintahkan Bae
Suzy, bila tak ingin berakhir di meja pemotong” cerca Kyuhyun.
“Ah Nuna,
bisakah kau menggantikan agen yang lain untukku?” rengek Suzy. Ya Kyuhyun
memang tampan, tapi Suzy merasa Kyuhyun terlalu menyebalkan untuk menjadi
seorang agen rahasia.
“Hahaha
tidak bisa Suzy, Kyuhyun adalah agen terbaik di SOS” jawab Nuna dengan tawa
kecilnya. Kyuhyun tersenyum puas, ia menjulurkan lidahnya sebagai tanda
kemenangan. Suzy melipat kedua tangannya
kesal.
Teeeeeeeeeeeeeeeeeeet Teeeeeeeeeeeeeeeeet. Terdengar
suara alarm menggema di gedung SOS, para staf dan karyawan pun mulai panik dan
mebereskan berkas-berkasnya. “Apa yang terjadi Nuna?” tanya Suzy tak kalah
paniknya. “Sepertinya seseorang sudah menerobos masuk ke gedung ini” jelas
Nuna.
Terlihat
Nuna mendapatkan panggilan dari walkie-talkienya. Mata Nuna membulat saat
mendengar suara disebrang sana. Kyuhyun dan Suzy menatap Nuna dengan cemas,
“Dr. Smith berada di gedung ini!” seru Nuna.
“Apa?!
Bagaimana mungkin bisa Dr. Smith mengetahui markas SOS” Kyuhyun mengernyitkan
dahinya, dan berpikir sejenak, pandangannya beralih menatap Suzy dengan tajam.
“Hei apakah Dr. Smith menempelkan alat pelacak pada tubuhmu?” Kyuhyun memegang
jemari Suzy dan benar saja, sebuah cincin di jari manis Suzy adalah alat
pelacak yang di tempelkan Dr. Smith untuk Suzy. “Mengapa kau begitu bodoh?” kyuhyun
melemparkan cincin tersebut di depan kedua muka Suzy. Suzy berjalan mejauhi
Kyuhyun, “Aku tidak tahu bahwa cincin itu sudah ada sejak tadi” jawab Suzy
kesal.
“Kau kan
baru saja mandi masa kau tidak merasakannya?”
“Aku tidak
ingat bahwa aku tidak memiliki cincin seperti ini Cho Kyuhyun!”
“Kau
memang bodoh Bae Suzy!”
Nuna tak
tahan melihat kedua remaja di depannya itu berdebat untuk hal yang tidak
penting, ia pun menjauhkan Suzy dan Kyuhyun. “Sudah hentikan! Kyuhyun kau harus
segera membawa Suzy ke ruang bawah tanah, ia tidak akan aman bila terus berada
disini” lerai Nuna.
Kyuhyun pun
menghirup nafas dengan dalam untuk menenangkan dirinya, “Baiklah ikuti aku Bae
Suzy”. Suzy menatap Kyuhyun dengan sebal, jika saja Kyuhyun tidak menarik
lengannya dengan sangat keras, Suzy tidak akan pernah mau mengikuti Cho
Kyuhyun.
“Naiklah!
Kita harus cepat sebelum Dr. Smith mengejar kita” Kyuhyun menarik lengan Suzy
untuk segera menaiki kapsul tanpa roda itu. Ketika kyuhyun hendak menyalakan
kapsul tersbeut, terdengar gelegar tawa Dr. Smith tak jauh darisana. “Mau
kemana kau Bae Suzy? Kau mau lari dariku?” ucapnya dibarengi dengan tawa
jahatnya.
Kyuhyun langsung
menancapkan gasnya dan berhasil membawa Bae Suzy lari dari incaran Dr. Smith. “Kyuhyun
apa Dr. Smith semenyeramkan itu?” tanya Suzy bergidik ngeri mengingat tawa
seringai Dr. Smith. “Sudahlah kau aman berada disampingku sekarang”
Namun
tidak semudah itu untuk lepas dari incaran Dr. Smith, dia pun ikut menaiki
kapsul yang lainnya dan bergerak mengejar Suzy. Kyuhyun dengan lihai melewati
bebatuan yang ada di depannya dengan kecepatan tinggi. Beberapa kali Dr. Smith
mengeluarkan alat pematuk untuk mengehentikan Suzy dan Kyuhyun. Namun Kyuhyun
dapat menghidarinya. Hingga akhirnya sebuah batu besar menabrak kapsul kyuhyun
dan menghentikan langkahnya.
Kepala
Kyuhyun dan Suzy terbentur dengan kaca, darah segar mulai mengalir di pelipis
Kyuhyun dan Suzy. Dr Smith keluar dari kapsul itu dengan membawa sebuah pistol
penyedot darah. Suzy bergidik ngeri melihatnya.
“Sebenarnya,
apa yang kau inginkan dari mengubah seluruh manusia menjadi manusia purba?”
tanya Suzy dibarengi ancang-ancang kudanya, Dr. Smith menghentikan langkahnya
dan menyeringai. “Agar aku terlihat tampan! Dengan membuat semua pria menjadi manusia
purba, aku akan menjadi pria tertampan sedunia hahahahahahhaha”
Suzy dan
Kyuhyun berpandangan dengan mata membulat. “Kau hanya perlu pergi ke salon
bodoh! Jika kau ingin terlihat tampan!” cerca Suzy kepada Dr. Smith.
“Itu
telalu lama! Aku harus pergi ke sebuah mall, lalu mencari tempat parkir,
setelah itu berjalan menuju salon, dan melihat model potongan rambut dan
blablablabla! Itu terlalu rumit untukku! Cara seperti ini lebih mudah”
Suzy
benar-benar tidak percaya, darahnya akan dihisap hanya untuk membuat Dr. Smith
terlihat tampan? Cih. Dr. Smith telihat berjalan mendekat, kyuhyun mulai
mengambil ancang-ancang dan menendang kepala Dr. Smith. Terjadi perkelahian
sengit antara Dr. Smith dan Kyuhyun.
Darah
segar mengalir di tubuh mereka berdua. Suzy tak dapat melakukan apapun, ia tak
tahu harus melakukan apa. Ia menatap sekeliling dengan resah, berharap Suzy
dapat menemukan sesuatu untuk membatu Kyuhyun melawan Dr. Smith. Tapi suara
hentakan keras membuat Suzy menghentikan pencariannya, ia menatap Kyuhyun
terkapar tak berdaya disana.
“Kyuhyuuuuuun!!!”
Suzy menghampirinya dan menaruh kepala kyuhyun di pangkuannya. “Kyuhyun jangan
tinggalkan aku”. Kyuhyun menggenggam tangan Suzy, dan bergumam “Maafkan aku
Suzy, jaga dirimu baik-baik” dan itulah kata-kata terakhir yang diucapkan
Kyuhyun di akhir hidupnya.
Dr. Smith
melihat adegan tadi dengan tatapan meremehkan, “Manusia memang lemah” ucapnya.
Suzy menolehkan pandangannya dan menatap Dr. Smith dengan tatapan mautnya. Ia
berjalan mendekati Dr. Smith untuk menendang kepalanya sekeras mungkin, namun
sayang Dr. Smith lebih cekatan dari Suzy. Dr. Smith menghadang Suzy, membuatnya
terhuyung kebelakang dan terjatuh di atas tanah. Dr. Smith menempelkan
pistolnya pada kening Suzy. Suzy menggeliat tak berdaya, ia menutup matanya dan
berteriak sekencang-kencangnya “KYUHYUUUUUUUUUUUUN!!!”
***
“Suzy? Kau
tidak apa-apa? Suzy?! Suzy?! Bangunlah” suara itu membangunkan Suzy dari tidur
panjangnya. “Kyuhyun? Kau baik-baik saja? Kyuhyun?” ujar Suzy saat ia membuka
matanya. “Suzy, Apa kau mengigau? Tidak ada yang bernama Kyuhyun disini” jelas
Tiffany. Suzy mengerjap-ngerjapkan matanya, mencoba tersadar dari mimpi
panjangnya “Apakah tadi aku tertidur Tiffany?”
“Ya, kau
tertidur sepanjang perjalanan. Ayo cepat bereskan barang bawaanmu, kita sudah
sampai di Inggris”
Suzy
memukul kepala dengan tangannya, ”Bodoh
semua itu hanya mimpi Bae Suzy” gumamnya dalam hati. Suzy pun segera
membereskan barang bawaannya dan berlari kecil menyusul Tiffany yang sudah
berjalan jauh di depannya.
Kedatangan
Suzy, Tiffany, dan keempat mahasiswa Korea lainnya ke Inggris adalah untuk
mengadakan penelitian mengenai Hutan yang tengah di ekspos secara berlebihan
oleh pemerintah Inggris. Ini merupakan kesempatan yang benar-benar Suzy tunggu
semenjak ia masuk Universitas di Seoul.
Ternyata
Guru Kim sudah sedari tadi menunggu kedatangan mereka di Bandara London
Heathrow. Guru Kim tersenyum melihat kedatangan Bae Suzy, Tiffany, dan keempat
mahasiswa korea lainnya. Mereka semua menundukkan badannya sebagai tanda hormat
kepada Guru Kim. Guru Kim pun menjelaskan mengenai kegiatan mereka selama
berada di Inggris, ia pun mengenalkan keenam mahasiswa korea dengan mahasiswa
Inggris yang akan menjadi partner mereka selama meneliti Hutan Thetford di
Britania.
“Sekarang
kalian dapat beristirahat terlebih dahulu” ujar Guru Kim. Suzy memandang
kesekitarnya dan menyadari bahwa dia satu-satunya mahasiswa yang tidak memiliki
partner. “Maaf Tuan Kim? Apakah partner saya belum datang?” tanya Suzy. “Ah ya
dia sebentar lagi datang, kau tunggu saja dulu disini” ujarnya.
Suzy hanya
bisa mengangguk pasrah. Menatap nanar kelima temannya yang sudah bercanda ria
dengan partner mereka masing-masing. Ia pun berusaha merekatkan mantel musim
dinginnya, karena udara saat ini benar-benar tidak bersahabat, suhu udara mencapai
50 Celcius di Inggris.
Suzzy
menunggu partner Inggrisnya dengan cemas. Tiffany sudah pergi meninggalkannya
bersama Partner Inggrisnya, Tiffany mengirimkan pesan singkat berkali-kali
kepada Suzy hanya untuk memberitahu ‘Betapa tampannya Andrew –partner
inggrisnya’. Suzzy mendengus kesal membaca telepon genggamnya. “Beruntuk sekali Tiffany” pikir Suzzy.
Suzzy berulang
kali menatap arloji di lengannya dengan cemas. Sudah 10 menit ia berdiri di
bandara sendirian. “Mungkin aku bisa
membeli kopi terlebih dahulu untuk menghangatkan diriku” ucapnya dalam
hati. Baru saja Suzy membalikkan badannya, seorang pria dengan tinggi tubuh 180cm menghalangi langkahnya. Suzy menghirup
aroma parfume Acqua di Gioia pada
tubuh pria di depannya, rasanya parfum itu tak asing bagi Suzy. Ia
mendongakan kepalanya, menatap pria bertubuh tinggi tegap di depannya.
Pria itu
melepaskan kacamata oxford hitamnya “Apakah kau Bae Suzy? Mahasiswa dari Seoul?
Kenalkan namaku Cho Kyuhyun, aku
yang akan menjadi partnermu selama di Inggris”
TAMAT
0 komentar:
Posting Komentar