Senin, 18 November 2013

Cho Kyuhyun

0 komentar


Cho Kyuhyun
Karya : Jelita Permatasari

Gelap… begitu gelap. Hal itulah yang pertama kali muncul dibenak Bae Suzy saat ia membuka matanya. Menghirup oksigen pun rasanya begitu sulit. Suzy mencoba untuk keluar dari tempat menyesakkan itu, namun baru saja Suzy mencoba bangkit…..bruuuuk tubuhnya terhuyung kebelakang karena kaki dan tangannya diikat.
“Tolooooooong” teriaknya lirih, rasanya tak ada sedikit pun tenaga yang tersisa sejak Suzy membuka matanya. Suzy menggigit bibirnya resah, ia menatap sekeliling ruangan dengan nanar.
“Apa yang sebenarnya sudah terjadi?” bulir-bulir air mata pun mulai berjatuhan di sudut matanya. Perasaan kalut dan pasrah mulai menguasai otaknya.
Suzy memejamkan matanya, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Bugh. Matanya terbuka saat mendengar suara hentakan yang sangat keras, pria dengan sosok tegap berdiri diambang pintu. “Tenanglah, aku akan menyelamatkanmu” ucapnya. Suzy tidak dapat melihat wajah pria tersebut, karena di tempat ini semuanya begitu gelap, hanya mata cokelatnya yang dapat Suzy lihat. Malaikat. Hal itulah yang pertama kali muncul dipikiran Suzy.
“Siapa kau?” Tanya Suzy setelah pria itu selesai melepaskan ikatannya. “Tidak ada banyak waktu untuk menjelaskan semua itu, ikutilah aku sekarang” ucap pria tersebut dan meraih tangan Suzy. Suzy menahan genggamannya dan bergumam “Terimakasih” ucapnya lirih. “Ya, ayo cepat kita tak punya banyak waktu lagi”.
Dengan gesit pria tersebut membawa Suzy menghindari satu demi satu ruangan yang berada di gedung berlantai 13 itu, hingga akhirnya mereka dapat keluar dengan selamat. Sedari tadi Suzy tak sempat berbicara dengan pria yang menyelamatkan dirinya. Jangankan berbicara, untuk menatap wajahnya pun Suzy tak sempat, sedari tadi Suzy hanya mentap punggung pria tersebut yang bergerak dengan lincahnya.
“Aku lelah!” ujar Suzy menghentikan langkahnya. Pria tersebut pun menoleh kearah Suzy. Suzy mendongak terkejut dengan apa yang dilihatnya. Tampan. Begitu tampan. Tidak, dia benar-benar tampan untuk Suzy, sepasang alis cokelat pekat yang tidak terlalu tebal menaungi mata almond dengan iris berwarna cokelat, lalu bentuk hidungnya, lekuk di antara hidung dan bibir merahnya yang penuh, kemudian pipinya, dagunya, lalu warna kulit yang sedikit pucat, dan kemeja hitam yang membaluti tubuh tegapnya. Oemma! Dia benar-benar tampan! Suzy mengerjapkan matanya, menghentikan aksi konyolnya. Ia baru tersadar saat melihat pria tersebut tengah menatapnya dengan tajam, dan tanpa babibu pria tersebut langsung menggendong tubuh Suzy di punggungnya. “Aaaaaaaaaaaa…bisakah kau meminta persetujuanku terlebih dahulu, sebelum kau mengendongku?” rutuk Suzy.
“Kau bilang kau lelah” ujar pria itu ketus. Suzy dengan pasrah membiarkan pria yang tak dikenal ini menggendong tubuhnya, ia sudah tak kuasa memopong tubuhnya untuk berjalan lebih jauh lagi. Suzy menempelkan kepalanya pada punggung pria tersebut, ia bisa merasakan segarnya aroma parfume Acqua di Gioia keluaran rumah mode Giorgio Armani yang menempel pada lapisan kain.
“Jadi, apa aku sudah boleh bertanya sekarang?” ujar Suzy.
“Apa yang ingin kau tanyakan?”
“Sejak tadi kita belum berkenalan. Namaku Suzy, Bae Suzy”. Pria tersebut menghentikan langkahnya, dan menoleh kearah Suzy. “Namaku Kyuhyun, Cho Kyuhyun” pria itu pun tersenyum, senyum miring yang membuat Suzy tersentak. Tiba-tiba saja jantungnya berdegup dengan sangat cepat, Suzy mengerjapkan matanya mencoba mengembalikan detak jantungnya .“Jadi Cho Kyuhyun, sebenarnya apa yang sudah terjadi? Mengapa aku bisa diikat di ruangan gelap seperti itu?” tanya Suzy mencoba menghilangkan rasa canggung antara dirinya dan Kyuhyun.
“Dokter Smith. Dia adalah dalang dari semua ini. Dia berencana membuat alat untuk membuat manusia kembali menjadi manusia purba, dengan mengambil darah wanita yang masih berumur 18 tahun”
“Untuk apa dia melakukan semua itu?”
“SOS masih belum tahu pasti apa sebenarnya motif dari rencana yang dilancarkan oleh Dr. Smith. Yang jelas SOS tidak akan membiarkan Dr. Smith melancarkan misinya. Dan bisakah kau turun dari pundakku? Kita sudah sampai Bae Suzy” ujarnya menurunkan Suzy dari punggungnya. “Untuk apa kita berhenti di depan mobil sport Audi R8 ini?” tanya Suzy. “Masuklah, akan ku antarkan kau menuju markas SOS”. Suzy menatap mobil sport dua pintu di depannya tak percaya. Ingin rasanya ia berteriak sekencang-kencangnya, namun ia harus menyembunyikan rasa bahagianya itu di depan Cho Kyuhyun.
Sampailah Suzy di tempat yang kyuhyun sebut sebagai markas SOS. Gedung dengan interior kaca yang mendominasi, merupakan gedung termegah yang pernah Suzy kunjungi. Ia menatap sekelilingnya dengan tidak percaya, banyak orang mengenakan jas lab dengan kacamata tebal hilir mudik dengan berkas penting di tangannya, ada juga orang mengenakan tuxedo dengan kaca mata oxford hitam berjalan dengan tampannya. “Sepertinya ini merupakan markas mata-mata” pikir Suzy.
Tanpa sadar Cho Kyuhyun melenggang jauh di depannya, “Ya! Cho Kyuhyun! Tunggu aku” koar Suzy lalu berlari kecil menghampiri Kyuhyun. “Lamban!” ujarnya tanpa sedikit pun memperlambat langkah kakinya. Tch, jika saja bukan Kyuhyun yang menyelamatkannya tadi mungkin pria di depannya ini sudah mendapatkan tendangan maut dari Bae Suzy.
Kyuhyun mengeluarkan kartu dari sakunya, dan seketika pintu pun terbuka. Terlihat beberapa orang dengan jas labnya tengah sibuk memandang komputer. “Nuna, aku sudah berhasil menyelamatkannya. Bisakah kau mengganti baju wanita ini? Rasanya ia sudah tidak mandi selama 3 hari” ujar Kyuhyun kepada wanita di depannya.
“Agen kyuhyun! Bisakah kau sedikit sopan pada korban kita kali ini?”
“Terserah Nuna”. Kyuhyun pun melenggang keluar dari ruangan. Suzy hanya bisa mengulum bibirnya dan menatapnya dengan sebal. “Kenalkan namaku Hei Ra, tapi kau bisa memanggilku Nuna” ucap wanita itu mengulurkan tangannya. “Namaku Suzy, Bae Suzy”
“Bae Suzy, kau bisa membersihkan badanmu terlebih dahulu, dan ini pakaianmu. Maaf bila tak sesuai selera dan ukuranmu” ujar Nuna memberikan kaus berwarna putih dengan celana denim selutut. Suzy menatap tubuhnya yang hanya dibalut kemeja putih kebesaran, dan hotpants jeans bladus yang sudah kumal karena terjebak di ruangan mengerikan seperti tadi. Kyuhyun benar, dia benar-benar bau. Suzy mengambil baju itu dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Setelah membersihkan badanya Suzy menatap Kyuhyun dan Nuna yang sedang berbicara serius. “Darah Suzy merupakan pelengkap untuk formula yang diciptakan Dr. Smith, untuk itu kita harus menjaganya dengan ketat” ujar Nuna kepada Kyuhyun. Suzy masih tidak mengerti dengan rencana yang ingin dilancarkan Dr. Smith, mengapa ia ingin membuat manusia berubah kembali menjadi manusia purba?
“Kau sudah selesai? Kemarilah, kau harus melihatnya” Nuna menunjukkan foto Dr. Smith. Pria paruh baya dengan rambut cepaknya itu tidak menampakkan bahwa dia merupakan dalang dari semua ini.
“Kau harus menuruti apa yang ku perintahkan  Bae Suzy, bila tak ingin berakhir di meja pemotong” cerca Kyuhyun.
“Ah Nuna, bisakah kau menggantikan agen yang lain untukku?” rengek Suzy. Ya Kyuhyun memang tampan, tapi Suzy merasa Kyuhyun terlalu menyebalkan untuk menjadi seorang agen rahasia.
“Hahaha tidak bisa Suzy, Kyuhyun adalah agen terbaik di SOS” jawab Nuna dengan tawa kecilnya. Kyuhyun tersenyum puas, ia menjulurkan lidahnya sebagai tanda kemenangan. Suzy melipat kedua  tangannya kesal.
Teeeeeeeeeeeeeeeeeeet Teeeeeeeeeeeeeeeeet. Terdengar suara alarm menggema di gedung SOS, para staf dan karyawan pun mulai panik dan mebereskan berkas-berkasnya. “Apa yang terjadi Nuna?” tanya Suzy tak kalah paniknya. “Sepertinya seseorang sudah menerobos masuk ke gedung ini” jelas Nuna.
Terlihat Nuna mendapatkan panggilan dari walkie-talkienya. Mata Nuna membulat saat mendengar suara disebrang sana. Kyuhyun dan Suzy menatap Nuna dengan cemas, “Dr. Smith berada di gedung ini!” seru Nuna.
“Apa?! Bagaimana mungkin bisa Dr. Smith mengetahui markas SOS” Kyuhyun mengernyitkan dahinya, dan berpikir sejenak, pandangannya beralih menatap Suzy dengan tajam. “Hei apakah Dr. Smith menempelkan alat pelacak pada tubuhmu?” Kyuhyun memegang jemari Suzy dan benar saja, sebuah cincin di jari manis Suzy adalah alat pelacak yang di tempelkan Dr. Smith untuk  Suzy. “Mengapa kau begitu bodoh?” kyuhyun melemparkan cincin tersebut di depan kedua muka Suzy. Suzy berjalan mejauhi Kyuhyun, “Aku tidak tahu bahwa cincin itu sudah ada sejak tadi” jawab Suzy kesal.
“Kau kan baru saja mandi masa kau tidak merasakannya?”
“Aku tidak ingat bahwa aku tidak memiliki cincin seperti ini Cho Kyuhyun!”
“Kau memang bodoh Bae Suzy!”             
Nuna tak tahan melihat kedua remaja di depannya itu berdebat untuk hal yang tidak penting, ia pun menjauhkan Suzy dan Kyuhyun. “Sudah hentikan! Kyuhyun kau harus segera membawa Suzy ke ruang bawah tanah, ia tidak akan aman bila terus berada disini” lerai Nuna.
Kyuhyun pun menghirup nafas dengan dalam untuk menenangkan dirinya, “Baiklah ikuti aku Bae Suzy”. Suzy menatap Kyuhyun dengan sebal, jika saja Kyuhyun tidak menarik lengannya dengan sangat keras, Suzy tidak akan pernah mau mengikuti Cho Kyuhyun.
“Naiklah! Kita harus cepat sebelum Dr. Smith mengejar kita” Kyuhyun menarik lengan Suzy untuk segera menaiki kapsul tanpa roda itu. Ketika kyuhyun hendak menyalakan kapsul tersbeut, terdengar gelegar tawa Dr. Smith tak jauh darisana. “Mau kemana kau Bae Suzy? Kau mau lari dariku?” ucapnya dibarengi dengan tawa jahatnya.
Kyuhyun langsung menancapkan gasnya dan berhasil membawa Bae Suzy lari dari incaran Dr. Smith. “Kyuhyun apa Dr. Smith semenyeramkan itu?” tanya Suzy bergidik ngeri mengingat tawa seringai Dr. Smith. “Sudahlah kau aman berada disampingku sekarang”
Namun tidak semudah itu untuk lepas dari incaran Dr. Smith, dia pun ikut menaiki kapsul yang lainnya dan bergerak mengejar Suzy. Kyuhyun dengan lihai melewati bebatuan yang ada di depannya dengan kecepatan tinggi. Beberapa kali Dr. Smith mengeluarkan alat pematuk untuk mengehentikan Suzy dan Kyuhyun. Namun Kyuhyun dapat menghidarinya. Hingga akhirnya sebuah batu besar menabrak kapsul kyuhyun dan menghentikan langkahnya.
Kepala Kyuhyun dan Suzy terbentur dengan kaca, darah segar mulai mengalir di pelipis Kyuhyun dan Suzy. Dr Smith keluar dari kapsul itu dengan membawa sebuah pistol penyedot darah. Suzy bergidik ngeri melihatnya.
“Sebenarnya, apa yang kau inginkan dari mengubah seluruh manusia menjadi manusia purba?” tanya Suzy dibarengi ancang-ancang kudanya, Dr. Smith menghentikan langkahnya dan menyeringai. “Agar aku terlihat tampan! Dengan membuat semua pria menjadi manusia purba, aku akan menjadi pria tertampan sedunia hahahahahahhaha”
Suzy dan Kyuhyun berpandangan dengan mata membulat. “Kau hanya perlu pergi ke salon bodoh! Jika kau ingin terlihat tampan!” cerca Suzy kepada Dr. Smith.
“Itu telalu lama! Aku harus pergi ke sebuah mall, lalu mencari tempat parkir, setelah itu berjalan menuju salon, dan melihat model potongan rambut dan blablablabla! Itu terlalu rumit untukku! Cara seperti ini lebih mudah”
Suzy benar-benar tidak percaya, darahnya akan dihisap hanya untuk membuat Dr. Smith terlihat tampan? Cih. Dr. Smith telihat berjalan mendekat, kyuhyun mulai mengambil ancang-ancang dan menendang kepala Dr. Smith. Terjadi perkelahian sengit antara Dr. Smith dan Kyuhyun.
Darah segar mengalir di tubuh mereka berdua. Suzy tak dapat melakukan apapun, ia tak tahu harus melakukan apa. Ia menatap sekeliling dengan resah, berharap Suzy dapat menemukan sesuatu untuk membatu Kyuhyun melawan Dr. Smith. Tapi suara hentakan keras membuat Suzy menghentikan pencariannya, ia menatap Kyuhyun terkapar tak berdaya disana.
“Kyuhyuuuuuun!!!” Suzy menghampirinya dan menaruh kepala kyuhyun di pangkuannya. “Kyuhyun jangan tinggalkan aku”. Kyuhyun menggenggam tangan Suzy, dan bergumam “Maafkan aku Suzy, jaga dirimu baik-baik” dan itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Kyuhyun di akhir hidupnya.
Dr. Smith melihat adegan tadi dengan tatapan meremehkan, “Manusia memang lemah” ucapnya. Suzy menolehkan pandangannya dan menatap Dr. Smith dengan tatapan mautnya. Ia berjalan mendekati Dr. Smith untuk menendang kepalanya sekeras mungkin, namun sayang Dr. Smith lebih cekatan dari Suzy. Dr. Smith menghadang Suzy, membuatnya terhuyung kebelakang dan terjatuh di atas tanah. Dr. Smith menempelkan pistolnya pada kening Suzy. Suzy menggeliat tak berdaya, ia menutup matanya dan berteriak sekencang-kencangnya “KYUHYUUUUUUUUUUUUN!!!”
***
“Suzy? Kau tidak apa-apa? Suzy?! Suzy?! Bangunlah” suara itu membangunkan Suzy dari tidur panjangnya. “Kyuhyun? Kau baik-baik saja? Kyuhyun?” ujar Suzy saat ia membuka matanya. “Suzy, Apa kau mengigau? Tidak ada yang bernama Kyuhyun disini” jelas Tiffany. Suzy mengerjap-ngerjapkan matanya, mencoba tersadar dari mimpi panjangnya “Apakah tadi aku tertidur Tiffany?”
“Ya, kau tertidur sepanjang perjalanan. Ayo cepat bereskan barang bawaanmu, kita sudah sampai di Inggris”
Suzy memukul kepala dengan tangannya, ”Bodoh semua itu hanya mimpi Bae Suzy” gumamnya dalam hati. Suzy pun segera membereskan barang bawaannya dan berlari kecil menyusul Tiffany yang sudah berjalan jauh di depannya.
Kedatangan Suzy, Tiffany, dan keempat mahasiswa Korea lainnya ke Inggris adalah untuk mengadakan penelitian mengenai Hutan yang tengah di ekspos secara berlebihan oleh pemerintah Inggris. Ini merupakan kesempatan yang benar-benar Suzy tunggu semenjak ia masuk Universitas di Seoul.
Ternyata Guru Kim sudah sedari tadi menunggu kedatangan mereka di Bandara London Heathrow. Guru Kim tersenyum melihat kedatangan Bae Suzy, Tiffany, dan keempat mahasiswa korea lainnya. Mereka semua menundukkan badannya sebagai tanda hormat kepada Guru Kim. Guru Kim pun menjelaskan mengenai kegiatan mereka selama berada di Inggris, ia pun mengenalkan keenam mahasiswa korea dengan mahasiswa Inggris yang akan menjadi partner mereka selama meneliti Hutan Thetford di Britania.
“Sekarang kalian dapat beristirahat terlebih dahulu” ujar Guru Kim. Suzy memandang kesekitarnya dan menyadari bahwa dia satu-satunya mahasiswa yang tidak memiliki partner. “Maaf Tuan Kim? Apakah partner saya belum datang?” tanya Suzy. “Ah ya dia sebentar lagi datang, kau tunggu saja dulu disini” ujarnya.
Suzy hanya bisa mengangguk pasrah. Menatap nanar kelima temannya yang sudah bercanda ria dengan partner mereka masing-masing. Ia pun berusaha merekatkan mantel musim dinginnya, karena udara saat ini benar-benar tidak bersahabat, suhu udara mencapai 50 Celcius di Inggris.
Suzzy menunggu partner Inggrisnya dengan cemas. Tiffany sudah pergi meninggalkannya bersama Partner Inggrisnya, Tiffany mengirimkan pesan singkat berkali-kali kepada Suzy hanya untuk memberitahu ‘Betapa tampannya Andrew –partner inggrisnya’. Suzzy mendengus kesal membaca telepon genggamnya. “Beruntuk sekali Tiffany” pikir Suzzy.
Suzzy berulang kali menatap arloji di lengannya dengan cemas. Sudah 10 menit ia berdiri di bandara sendirian. “Mungkin aku bisa membeli kopi terlebih dahulu untuk menghangatkan diriku” ucapnya dalam hati. Baru saja Suzy membalikkan badannya, seorang pria dengan tinggi tubuh 180cm menghalangi langkahnya. Suzy menghirup aroma parfume Acqua di Gioia pada tubuh pria di depannya, rasanya parfum itu tak asing bagi Suzy. Ia mendongakan kepalanya, menatap pria bertubuh tinggi tegap di depannya.
Pria itu melepaskan kacamata oxford hitamnya “Apakah kau Bae Suzy? Mahasiswa dari Seoul? Kenalkan namaku Cho Kyuhyun, aku yang akan menjadi partnermu selama di Inggris”

TAMAT
 

The Sesame-Street♥ Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template